planet-merah-mars

Satelit Planet Mars

Kedua satelit Mars, Phobos dan Deimos, ditemukan oleh astronom Amerika, Asaph Hall, selama satu minggu pada tahun 1877. Hall hampir menyerah untuk mencari satelit Mars, tapi istrinya, Angelina, mendorongnya untuk terus mencari. Dia menemukan Deimos pada malam berikutnya, dan Phobos enam hari setelahnya. Dia menamai kedua bulan tersebut dengan nama anak-anak dewa perang Yunani Ares – Phobos berarti ” rasa takut”, sedangkan Deimos berarti “kekalahan”.

Baik Phobos maupun Deimos rupanya terbuat dari batuan kaya karbon yang bercampur dengan es dan diselimuti debu dan batuan lepas. Ukurannya sangat kecil di banding satelit Bumi, dan bentuknya tidak beraturan, karena tidak memiliki gravitasi yang cukup untuk menarik dirinya menjadi bentuk yang lebih melingkar. Phobos yang paling besar memiliki ukuran sekitar 27 km, dan Deimos yang paling besar memiliki ukuran sekitar 15 km. (Satelit Bumi, Bulan, memiliki lebar 3.475 km).

phobos deimos

Kedua satelit Mars ini memiliki kawah-kawah bopeng akibat tumbukan meteor. Permukaan Phobos juga memiliki pola lekukan yang rumit, yang mungkin merupakan celah-celah yang terbentuk setelah tabrakan yang menciptakan kawah terbesar di satelit ini, yaitu sebuah lubang selebar 10 km, atau hampir separuh dari lebar Phobos. Kedua satelit Mars ini selalu menunjukkan wajah yang sama ke planet induknya, seperti halnya Bulan ke Bumi.

Masih belum diketahui secara pasti bagaimana Phobos dan Deimos lahir. Kemungkinan keduanya adalah bekas asteroid yang tertangkap oleh tarikan gravitasi Mars, atau keduanya terbentuk di orbitnya mengelilingi Mars pada waktu yang hampir bersamaan dengan terbentuknya planet ini. Cahaya ultraviolet yang dipantulkan Phobos memberi bukti kuat bahwa satelit ini merupakan asteroid yang tertangkap, demikian menurut para astronom dari Universitas Padova, Italia.

Phobos secara bertahap bergerak spiral menuju Mars, mendekat sekitar 1,8 meter ke Planet Merah setiap abadnya. Dalam waktu 50 juta tahun, Phobos akan menabrak Mars atau pecah dan membentuk cincin debu di sekeliling planet Mars.


Informasi Singkat Planet Mars

Mars berdiameter 6.791 km dan jauh lebih kecil daripada Bumi yang lebarnya 12.756 km. Planet Merah sekitar 10% lebih padat dari Bumi, dengan tarikan gravitasi 38% lebih kuat. (Orang seberat 45 kg di Bumi akan memiliki berat hanya 17kg di Mars, tapi massanya akan sama di kedua planet tersebut).

Susunan atmosfer (berdasarkan volume)

Menurut NASA, atmosfer Mars terdiri dari 95,32% karbon dioksida, 2,7% nitrogen, 1,6% argon, 0,13% oksigen, dan 0,08% karbon monoksida, dengan sedikit air, nitrogen oksida, neon, hidrogen-deuterium-oksigen, kripton, dan xenon.

Medan magnet

Mars kehilangan medan magnet globalnya sekitar 4 miliar tahun yang lalu, yang menyebabkan hilangnya sebagian besar atmosfernya oleh hembusan angin matahari. Namun, ada daerah di kerak planet ini yang memiliki magnet setidaknya 10 kali lebih kuat daripada yang pernah diukur di Bumi, yang menunjukkan bahwa daerah tersebut merupakan sisa-sisa medan magnet kuno.

Struktur internal

Wahana penjelajah InSight milik NASA telah menyelidiki interior Mars sejak mendarat di dekat ekuator planet ini pada November 2018. InSight mengukur dan mencatat gempa Mars, dan anggota tim misi melacak goyangan pada kemiringan Mars dari waktu ke waktu dengan melacak posisi pendarat di permukaan planet.

inti planet mars

Data-data ini telah mengungkap berbagai informasi penting tentang struktur internal Mars. Sebagai contoh, anggota tim InSight memperkirakan bahwa inti Mars memiliki lebar 1.780 hingga 2.080 km. Pengamatan InSight juga menunjukkan bahwa kerak Mars memiliki ketebalan rata-rata 24 hingga 72 km, dengan mantel yang membentuk sisa volume planet (non-atmosfer).

Sebagai perbandingan, inti Bumi memiliki lebar sekitar 7.100 km (lebih besar dari Mars) dan mantelnya memiliki ketebalan sekitar 2.900 km. Bumi memiliki dua jenis kerak, yaitu kerak benua dan kerak samudra, dengan ketebalan rata-rata masing-masing sekitar 40 km dan 8 km.

Komposisi kimia

Mars kemungkinan memiliki inti padat yang terdiri dari besi, nikel, dan belerang. Mantel Mars mungkin mirip dengan mantel Bumi karena sebagian besar terdiri dari peridotit, yang sebagian besar terdiri dari silikon, oksigen, besi, dan magnesium. Kerak Mars kemungkinan besar terbuat dari batuan vulkanik basal, yang juga umum ditemukan di kerak Bumi dan Bulan, meskipun beberapa lapisan kerak, terutama di belahan utara, mungkin merupakan bentuk andesit, yaitu batuan vulkanik yang mengandung lebih banyak silika daripada basal.

Artikel Terkait